sigmagazinedotcom
 
 
Navigation
Home
Articles
Downloads
Discussion Forum
Contact Sigma
Search
Gallery
Users Online
Guests Online: 1
No Members Online

Registered Members: 134
Newest Member: Elwood594
Forum Threads
Newest Threads
DnA Ilustrator: Is S...
apa kabar semua???
sigmagazine(dot)com ...
game2 buatanku
AGE of EMPIRES III
Hottest Threads
Degradasi Moral T... [62]
Kartu absensi nan... [41]
Buat apa Sekolah??? [37]
panitia GVT=panit... [34]
errorrrr!!! [20]
Latest Articles
kemana larinya uang ...
Korea: Negara Labora...
.sebuah tanda tanya.
Drive pleasurely in ...
Kekuatan Keberanian ...
Gallery Page
Welcome
Selamat datang di Sigmagazine.com

SIGMAGAZINE
hemm...



ini sigmagazine yg baru lagi.

mudah2an sama suksesnya kayak yg sebelumnya.

Photobucket
cover sigmagazine terbaru
ini cover terbaru sigmagazine...Insya Allah minggu ini masuk percetakan,,sekarang lagi menunggu logo sponsor yg belum dikasih2 sama sponsornya....

Photobucket



bagi yang berminat untuk edisi cetak, bisa menghubungi Thoriq di 085292819424
atau yg ingin versi pdf (yg satu paket dengan pdf Buku Lustrum X SMA N 1 Yogyakarta) bisa menghubungi Ekky di 085729252527 atau ekkyblue@yahoo.com
Mohon Bantuannya.....
Assalamualaikum wr. wb.


Peraturan Walikota Jogja yang melarang pungutan biaya dari siswa-siswa baru pada awal tahun pelajaran 2007/2008 ternyata juga membawa pengaruh bagi SIGMA. Apa sih pengaruhnya? Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini siswa-siswa kelas X tidak dipungut biaya tabungan. Majalah SIGMA yang memang dibiayai oleh tabungan siswa (Rp 7500 tiap siswa) akhirnya kekurangan biaya karena SIGMA tetap dituntut untuk memberikan majalah untuk masing-masing siswa kelas X walaupun mereka tidak "membayar" karena tidak ada tabungan.

Sebagai gambaran apabila SIGMA mencetak untuk seluruh siswa SMA 1, 803 siswa x Rp 7.500 = Rp 6.022.500. Namun SIGMA hanya mendapatkan dana dari tabungan 580 siswa kelas XI dan XII, 580 siswa x Rp 7.500 = Rp 4.350.000. Sehingga ada kekurangan sekitar Rp 1.672.500.

Awalnya SIGMA berencana untuk mencetak majalah hanya untuk kelas XI dan XII saja. Namun karena status SIGMA sebagai majalah SMA 1, mau tak mau kelas X juga harus mendapatkan majalah SIGMA. Sehingga saat ini SIGMA sedang dalam proses pencarian sponsor/iklan bagi majalah SIGMA. Waktu yang ada sangat mepet, karena rencana penerbitan majalah adalah akhir April, sehingga hanya ada waktu sekitar 2 minggu untuk mencari sponsor sebelum majalah SIGMA masuk ke percetakan.

Untuk itu dengan ini SIGMA memohon bantuan para alumni apabila ada yang bersedia mencarikan iklan/sponsor bagi majalah SIGMA. Saya telah men-attach pdf proposal sponsorship SIGMA, sebagai bahan pertimbangan. SIGMA juga sangat membuka pintu lebar-lebar bagi Anda yang ingin memberikan bantuan untuk majalah SIGMA 66 ini.


Oh ya, SIGMA juga menyediakan file PDF Majalah SIGMA 66 dan Buku Lustrum X SMA N 1 Yogyakarta dalam 1 paket CD. Bagi para alumni yang berminat agar menghubungi PR SIGMA 29, Ekky di ekkyblue@yahoo.com atau di 085729252527.

Sebagai ganti biaya produksi Majalah SIGMA 66 dan Buku Lustrum SMA N 1 Yogyakarta, kami hanya mengharapkan seikhlas Anda. Atau seperti Radiohead ketika mengeluarkan album In The Rainbow, silakan Anda membaca hasil kerja keras kami lalu Anda menentukan sendiri harganya.


Wassalamualaikum wr. wb.


Muhammad Rezky Agustyananto
Redaksi & Public Relation SIGMA 29
Google VS Microsoft
San Francisco - Perusahaan internet ternama Google, merilis tool online baru yang
berfungsi untuk melindungi email dari spam dan berbagai ancaman lainnya. Usaha Google ini disinyalir dalam rangka menyaingi dominasi Microsoft di pasaran software dan utamanya ditujukan bagi para pebisnis. Produk keamanan ini dilabeli nama Google Message Filtering, Google Message Security dan Google Message Discovery.

Google memaparkan, produknya tersebut dibuat dengan teknologi perusahaan
internet Postini, yang dibeli Google tahun lalu. Fungsinya seperti untuk melindungi, mengenskripsi ataupun mengarsip email. Produk itu kompatibel dengan Microsoft Exchange, Lotus Notes, serta Novell Groupwise. Bagi konsumen yang berminat, akan dikenai ongkos beberapa dollar per tahunnya.

Layanan keamanan email tersebut adalah penambahan terbaru dalam platform Google Apps yang menawarkan berbagai program komputer berbasis internet. Penawaran ini juga merupakan bagian dari tren pemasaran di mana software yang diinginkan konsumen bisa diunduh langsung dari internet.

Di lain pihak, Microsoft juga mulai serius menekuni model pemasaran
layanan online seperti itu. Persaingan antara Google dan Microsoft memang semakin ketat dalam bisnis internet. Untuk memperkuat posisinya, Microsoft bahkan berniat membeli portal internet ternama Yahoo, dengan dana US$ 44,6 miliar.

Untuk diketahui, di bulan Desember 2007 berdasarkan data lembaga pengamat industri ComScore, situs Google dikunjungi 558 juta orang. Sementara seperti dikutip detikINET dari AFP, Rabu (6/2/2008), kombinasi situs Microsoft bersama Yahoo dikunjungi sebanyak 665 juta pengakses. (
Main Wii=Olahraga?
Toronto - Penasaran ingin membuktikan apakah bermain Nintendo Wii bisa menjadi pengganti olahraga yang sesungguhnya, 28 mahasiswa dari Universitas Dalhousie, di Pantai Timur kota Halivax, Nova Scotia menguji kemampuan konsol ini.

"Suatu ketika, aku sedang memainkan game tinju dengan temanku dan menyadari bahwa game ini begitu menguras tenaga. Aku pikir dengan bermain game ini, kita bisa mengeluarkan keringat seperti halnya berolahraga," ujar Justin White, salah seorang mahasiswa, menceritakan ide awal uji coba ini.

White bersama dengan ke-27 temannya di kelas Aplikasi Latihan Psikologi lalu bermain game tinju Wii selama 30 menit dan membandingkannya dengan berjalan selama 30 menit di sebuah taman lokal.

Ketika melakukan tes tersebut, detak jantung tiap mahasiswa diukur. Dari situ terungkap bahwa Wii memang membuat orang lebih aktif, tapi sebagai suatu bentuk latihan jantung, Wii dinilai tidak cukup memadai.

Setelah mencoba berbagai latihan tersebut, para mahasiswa menuturkan bahwa latihan yang paling energik adalah video tinju tanpa lawan (boxercise), sementara yang paling minim menguras tenaga adalah berjalan di taman.

"Jika Anda mencari olahraga untuk jantung, aku sarankan untuk melakukan latihan yang lain, karena ini (bermain game Wii) tidak cukup. Tapi jika sekadar ingin menurunkan berat badan, bermain game ini patut dicoba," ungkap White, seperti dikutip detikINET dari canada.com, Jumat (25/1/2008).

Hasil uji coba yang dilakukan oleh para mahasiswa ini, seolah menegaskan penelitian serupa yang pernah dilakukan Profesor Gareth Stratton dan koleganya di John Moore's University. Bahwa meskipun dengan bermain Wii orang menjadi aktif bergerak, tapi tidak cukup untuk menggantikan olahraga yang sesungguhnya, sehingga olahraga yang sesungguhnya masih diperlukan.
Selamat Tahun Baru Hijriyah 1429 H
NewsSelamat Tahun Baru Hijriyah 1429 H. Walaupun ucapannya terlambat, semoga kita tidak terlambat untuk terus memperbaiki diri di masa-masa mendatang. Dan semoga kita bukan termasuk orang-orang yang rugi...amiiin
Dari Milis Cerkit: Hentikan 10 Kebusukan Jurnalistik
NewsIn mnemonic@yahoogroup s.com, Kupretist wrote:

"Kebusukan"
Pertama

Perhatian semua wartawan dan wartawati: berhentilah mengutip
"sumber yang tak mau disebutkan namanya". Berhentilah dari kebiasaan
membiarkan sebuah berita dimanfaatkan sebagai sarana provokasi politik
dari
mereka-mereka yang punya kepentingan sempit. Berhentilah memburu
"bocoran". Berhentilah mengutip kutipan "sebuah sumber" pemberitaan
kawan lain. Berhentilah berspekulasi, tak berkesimpulan, dan mengosipkan
kabar-kabar angin. Hanya tulislah, cetaklah, dan siarkanlah materi-materi
pemberitaan yang bisa diverifikasi oleh sang wartawan secara faktual.
Selebihnya, stop! Buang saja ke tempat sampah!

"Kebusukan"
Kedua

Berhentilah berlagak jadi pesohor (selebritis) , badut dan
kaki tangan para kapitalis. Berhentilah berlagak jadi pakar di acara
wicara
(talk show) TV untuk hal-hal yang tak ada hubungannya dengan
pemberitaan, dan
cuma ingin menyombongkan pengetahuan. Berhentilah menerima undangan
dari Istana
Negara, kantor menteri, gubernur, bupati, atau dari mana saja, yang
pasti akan
menyuguhkan makan siang atau makan malam yang mewah, tapi tak ada cukup
informasi penting dan berharga yang bisa diberitakan dari sana.
Berhentilah
"menjilat pantat"para politisi dengan memuji-muji gagasan, sikap, dan
pernyataan mereka. Berhentilah menerima "amplop" dari perusahaan
manapun yang mengirimkan undangan peliputan. Tolaklah setiap ajakan
para pejabat
atau pengusaha untuk mengiringi kepergiannya dengan naik kapal mewah atau
pesawat terbang dengan gratis plus semua akomodasi ditanggung. Pokoknya,
hentikan!

"Kebusukan"
Ketiga

Berhentilah berpuas diri dan menyombongkan hasil kerja mu!
Jangan pernah berhenti "mencari" dan menjadi lebih baik terus
menerus. Periksa, dan periksa sekali lagi apakah apa yang kita
tulis/siarkan
adalah sebuah berita yang penting dan menarik! Periksa, dan periksa
sekali lagi
apakah anda telah memperoleh kutipan langsung yang "kuat" dari
narasumber, kisah yang faktual, lengkap, sahih, dan menarik! Berhentilah
menuliskan dan menyiarkan omong kosong! Berhentilah berbual!

"Kebusukan"
Keempat

Kebusukan ini lebih
ditudingkan kepada para bos pengelola media massa. Berhentilah bermuka
dua: mencaci
praktik-praktik KKN, tapi tetap nepotis. Buktikan bahwa prestasi dan
kapasitas
profesional adalah alat ukur memperkerjakan seorang wartawan. Berhenti
merekrut
"kawan-kawan" dan sanak saudara sendiri! Berikan kesempatan yang sama
bagi perempuan untuk membangun karir profesional di dunia jurnalistik!
Hentilah
sikap rasis, seksis, dan rasialis dalam memilih pekerja. Kalau media
massa ramai
berteriak-teriak soal keadilan, buktilah dulu di tubuh perusahaan sendiri!
Berhentilah munafik!

"Kebusukan"
Kelima

Berhentilah merasa paling benar! Berhentilah menabur amunisi
bagi mereka yang siap saat siap menyulutkan amarahnya secara destruktif!
Berhentilah mengorek-ngorek kebusukan orang lain, sekadar untuk kepuasan
individual! Berhentilah menjadi penuduh dan pemfitnah! Bukalah telinga
pada
banyak teriakan dan hujatan orang soal betapa tidak berimbangnya
pemberitaan
pers. Adalah sepantasnya kita bertepuk tangan dan mengangkat topi pada
hal-hal
mulia yang sungguh terjadi di depan mata.

"Kebusukan"
Keenam

Berhentilah jadi penakut! Bersainglah! Kritiklah pemberitaan
media lain, kritiklah organisasi wartawan lain, kritiklah sesama wartawan!
Sungguh membosankan setiap hari membaca lebih dari separuh berita
koran-koran
sama saja isinya: tentang hal yang sama dan datang dari sumber yang sama.
Kritik bukanlah makian dan cemooh. Dan, saling kritik secara adalah sarana
bersaing yang ampuh hanya bila dilakukan antara media-media yang setara.
Misalnya, tak ada gunanya KOMPAS mengkritik pemberitaan PosKota atau
Sinar Pagi
yang memang dari sono-nya punya kualitas jauh berbeda. Tapi bayangkan
REPUBLIKA
mengupas kelakuan dan kinerja SUARA PEMBARUAN secara reguler.

"Kebusukan"
Ketujuh

Kebusukan yang satu ini milik para pemimpin redaksi,
pemimpin perusahaan, pemimpin umum, dan manajer koran, majalah, radio,
TV, dan
situs berita. Berhentilah berpikir untuk melulu mengakali soal
tingginya biaya
produksi dan sibuk mencari sensasi untuk meroketkan oplah, rating, dan
unique
visitors! Berhentilah memeras para wartawan dengan terus menggaji mereka
rendah! Berhentilah mengeksploitasi para mahasiswa magang yang mau jungkir
balik tanpa dibayar! Ya, kalian memang harus mencari untung dan
mengumpulkan
laba bagi para pemegang saham, tapi kelakuan kalian memangkas biaya
produksi
tanpa memperdulikan persoalan kualitas profesional bukan cuma akan
membusukkan
perusahaan secara perlahan...dan sebuah petakan di sudut neraka yang
paling
panas telah disiapkan bagi kalian-kalian yang paling sukses bekerja.

"Kebusukan"
Kedelapan

Kebusukan ini masih soal para petinggi perusahaan media massa:
berhentilah jadi
banci dan pemalas! Jangan sekali-kali melempar semua tanggung jawab
kepada anak
buah, sementara anda sendiri tak pernah nonggol di kantor --sibuk dengan
ngobyek sendiri-sendiri. Berperanlah sebagai "penjaga gawang" yang
memastikan standar etika dan profesionalisme yang tinggi dipraktikkan
oleh anak
buah anda. Anda ditunjuk untuk duduk di posisi itu bukan agar bisa
berleha-leha, jadi mulailah bertindak selayaknya seorang profesional
sejati.

"Kebusukan"
Kesembilan

Ini masih untuk para bos media: berhentilah menyalahkan
kampus atau sekolah jurnalistik! Sudah terlalu sering terdengar para bos
melemparkan kesalahan buruknya sumber daya manusia yang mereka miliki
kepada
kampus. Menurut mereka, kampus-kampus yang ada sekarang tidak bermutu
sebab
para alumnus selalu tidak siap pakai. Tapi jahanamnya, mereka pasti ogah
merogoh koceknya untuk membantu mendanai penelitian atau pengembangan
perpustakaan kampus misalnya. Singkatnya, belagu! Mau enaknya aja lu!

"Kebusukan"
Kesepuluh

Kesembilan "kebusukan" di atas memang lebih banyak
ditudingkan bagi para wartawan yang setiap harinya bergelut dengan
produksi
pemberitaan. Semoga saja sekian banyak "berhentilah" itu ada gunanya
untuk memperbaiki kinerja dan profesionalitasnya. Tapi semua itu
sepertinya
mesti juga dimulai dari kampus, sekolah-sekolah jurnalistik. Entah
benar-benar
dungu atau sebegitu mengisolasi dirinya dari kenyataan di luar pagar
kampus,
para pengajar jurnalistik lebih banyak bersibuk sendiri dengan menghafal
teori-teori lama untuk dikhotbahkannya di muka kelas. Berhentilah
omong kosong
dan berkepala kosong! Sedari kampus setiap mahasiswa jurnalistik mestinya
mempersenjatai dirinya dengan gagasan-gagasan, standar-standar,
prinsip-prinsip,
dan etika untuk berhadapan dengan dunia nyatanya nanti di luar pagar
kampus.
Itu artinya, berhentilah mengajarkan kurikulum yang sudah "busuk",
sudah terlalu basi ketimbang perkembangan permasalahan dan tantangan dunia
profesional yang akan dimasuki para mahasiswa nantinya! Jawablah! Apa
yang bisa
kampus lakukan untuk menyelamatkan masa depan profesi jurnalistik yang
tengah
meradang membusuk ini?! Berhentilah berdiam diri! Aktif dan lebih
berlibatlah,
atau kalian harus bersedia turut memikul dosa atas nasib profesi
jurnalistik
yang terus membusuk.







hhhmmm......gimana menurut kalian???
Buku Lustrum X: Gagal???
Journalisi postingan ini semuanya adalah yg ak tahu....jadi kalo ada kesalahan mohon maaf sebelumnya....

jadi ceritanya,,SIGMA membuat sebuah buku lustrum X sma 1.


cerita bermula saat ak masih kelas X.waktu itu mas Eriza (pinum 28) udah woro-woro,,sigma ditawarin ngerjain buku lustrum X sma 1.angkatanku (sigma29) ditantang....berani nggak buat buku lustrum itu.kita sempat berpikir beberapa waktu,,sampai berani bilang: ya.

waktu pun berlalu.....(cieh....)

sampai saat ak dan temen2 udah kelas 2,,udah punya jabatan,,dan udah punya angkatan baru....dengung buku lustrum itu terdengar lagi. sekitar bulan november, osis nawarin untuk ngerjain buku lustrum itu. kita sempat itung2an sama sie usaha osis,,terutama untuk cetak-mencetak,apakah sigma yg akan menghandel,,atau sekolah.bukan apa2,,kita cuma takut kalo hasil cetakan hancur lagi kayak majalah sigma terakhir.

akhirnya sepakat kalo sekolah yg mengurus urusan percetakan.

tapi disela-sela kesepakatan itu,,ada dengung2 lagi.katanya buku lustrum itu belum pasti.alasannya,,sekolah gak punya dana untuk itu.

kami tentu aja bingung.dan isu buku lustrum itu pun terkatung2.sampai sekitar dua minggu sebelum reuni akbar alumni.kami memutuskan untuk mencari sumber2 untuk artikel di buku lustrum yang kepastiannya belum ada itu.karena masih berlabel belum pasti itu lah,,pengerjaan tersendat.sekolah hanya memutuskan,,,tgl 22 desember harus udah jadi.sayangnya,,gak jelas udah jadi full layoutnya atau udah jadi sampai dicetaknya.

karena kami hanya tau kalo yg mencetak adalah sekolah,,kami menyelesaikan buku lustrum itu berikut full layoutnya beberapa hari sebelum tgl 22.


(bagian ini ak gak tau dengan jelas,,karena ak cuma mengkoordinir content)

setelah layout selesai,,,ak sempet dikasih tau sama Arfan (pinum29),,katanya pak singgih (wakasek kesiswaan) marah2,,,gara2 layout baru jadi.beliau malah mengharuskan pas upacara tgl 23 desember ini harus jadi sebanyak tamu undangan.kami+latif (ketua panitia lustrum)+ajid (sie usaha osis) tentu aja kebingungan.katanya malah pak singgih mau mencetak buku lustrum nya sendiri.(padahal bukan mencetak,,ak lupa istilahnya apa,,,tapi yg pasti hasilnya hanya setara dengan fotocopian,,,membuatnya memakai mesin yg diputar-putar....katanya...)

kami tentu aja gak mau kalo hasilnya cuma seperti itu.secara kami sudah me-layout dengan sebagus2nya,,full color,,,karena special buat lustrum X ini.kami tentu aja malu kalo hasil buku lustrum nya jelek banget.


sebenernya secara keseluruhan ak sendiri kecewa dengan lustrum X ini,,,dari persiapan yang seperti serba mendadak,,,acara2 yang ada,,,dan hasil acara2 yang diadakan (kurang peserta,,,gak mutu,,,dll.)....


sungguh sangat disayangkan,,,,lustrum emas,,,setengah abad sma 1 (yg katanya) teladan yogyakarta,,,,dirayakan dengan acara2 yg bener2 mengecewakan....

regards..



Muhammad Rezky Agustyananto
Redaksi & Public Relation SIGMA 29
Malam Tirakatan: 50 Tahun Sudah Mengabdi Untuk Bangsa
Personal JournalPada tanggal 16 Desember 2007 ini, genap sudah umur SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta menjadi 50 tahun. Bapak Purwoko, Kepala Sekolah pertama SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta, dalam selayang pandangnya pada malam tirakatan (Sabtu, 15 Desember 2007), mengajak tamu undangan yang terdiri dari siswa, guru, karyawan, alumni, Pamantu (paguyuban mantan guru), untuk kembali mengingat-ingat perjuangan para pendahulu SMA N 1 Yogyakarta sejak kalinya berdiri. Beliau juga mengajak para hadirin untuk bersyukur karena kini 50 tahun sudah SMA N 1 Yogya mengabdikan dirinya kepada bangsa, dimana bisa kita lihat alumni-alumni SMA N 1 Yogya tersebar ke seluruh nusantara, bahkan hingga ke manca negara. Kisah sukses alumni-alumni yang bisa kita dengar sampai kini, sangat membanggakan almamater tentunya.

Sejenak Merenung
Lima puluh (50) tahun tentunya waktu yang sangat lama, penuh perjuangan, penuh suka dan duka, hingga akhirnya hari ini SMA N 1 Yogyakarta bisa mencapai prestasi sedemikian banyaknya, baik di tingkat lokal Yogyakarta, di nusantara, hingga ke manca negara. Semua itu juga adalah berkat kerjasama yang baik dari elemen-elemen sekolah yang selama ini terjalin, termasuk juga lingkungan (warga) sekitar SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta, dan institusi-institusi pendidikan, swasta, dsb. Bapak Purwoko mengucapkan terima kasih kepada warga lingkungan sekitar SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta.

Bisa jadi ini adalah benar-benar masa keemasan SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta dalam sejarahnya. Semakin bertambah baik, ataukah justru akan menurun kualitasnya. Tantangan ke depan yang semakin berat itu, haruslah segera disadari, dan dihadapi bersama. Bapak Purwoko pun mengingatkan untuk kembali merenungkan dan menjaga nama baik 'Teladan', yang justru lebih melekat di masyarakat, daripada nama 'SMA N 1 Yogya' itu sendiri. Selain unggul dalam bidang akademis, diharapkan SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta juga unggul dalam bidang jasmani, soft-skill, dan tentunya moral-spiritual. Lingkungan yang baik, tentunya akan sangat mendukung proses belajar akademik dan soft-skill siswa. Lulusan SMA N 1 Yogya haruslah 'manusia', bukan 'robot', yang mampu bertahan hidup (survive) dan memahami hakikat hidup.

Akhirnya...
Malam tirakatan ini diisi dengan doa kepada Allah SWT, semoga di tahun-tahun mendatang, SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta bisa semakin bertambah baik dalam pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara. Sesungguhnya manusia hanya bisa merencanakan, tapi Allah SWT tetaplah yang berkehendak.

Selamat Ulang Tahun,
Almamater kami tercinta,
SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta
16 Desember 1957 - 16 Desember 2007

Dari segenap keluarga besar SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta,
Siswa, guru, staff, karyawan,
Alumni (KATY), Pamantu (Paguyuban mantan guru),
Warga sekitar SMA N 1 Yogyakarta, dan
Pemerintah Kota Yogyakarta
Data Diri Perwakilan Angkatan untuk Lustrum ke 10 SMA 1 Teladan
NewsTeladan Jayamahe,

Mengingat Lustrum ke 10 SMA 1 Teladan Yogyakarta tinggal beberapa minggu lagi, kami memohon kepada tiap2 perwakilan angkatan untuk mengirimkan data dirinya secara lengkap (nama lengkap, alamat rumah & no telepon/hp yang bisa dihubungi, alamat kantor jika ada, angkatan berapa) ke alamat email ini sebagai CP tiap angkatan untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi. Jika ingin mengirim data diri melalui HP, bisa mengirim SMS ke nomor di bawah. Kami juga memohon agar informasi ini bisa disebarkan ke rekan - rekan alumni lain. Mari kita sukseskan bersama lustrum ke 10 sma kita yang tercinta. Terima kasih.

Sekretaris Umum
KATY Pusat
Sumartoyo
0811251473 / 08882709409
tambahan data diri perwakilan angkatan
kirimkan data diri anda ke katypuslustrum10@yahoo.com
Page 1 of 5 1 2 3 4 > >>
Login
Username

Password



Not a member yet?
Click here to register.

Forgotten your password?
Request a new one here.
Member Poll
Bagaimana menurut anda acara Lustrum X SMA N 1 Yogyakarta???

Bagus

Biasa aja

Jelek

You must login to vote.
Shoutbox
You must login to post a message.

Cobalt Blue
12 October 2008
Eh ayo ramein maning yo!! Thanks nggo Ekky sing wes berusaha memulainya lagi! Ohohoh.. x]

ekkyblue
13 September 2008
ayo morum!!!!

amphebee
07 September 2008
Apik cah....moga2 sukses ya....kudoain just keep ur revolution... btw lebaran SIGMA ada acara ga?

ekkyblue
06 September 2008
sepi!!!ayo ramein forum!!!

pimoes
01 September 2008
diumumkan bagi seluruh mahluk jagad raya.. majalah ke 2 mau terbit! 67 mau terbit! sekian dan terimakasih

Shoutbox Archive